Kajian Hadis Tematik

KAJIAN HADIS KEMUNCULAN IMAM MAHDI

Oleh
Muzamil

Pendahuluan
````````````````````````````````Berdasarkan pendapat mayoritas Ulama, Hadis merupakan sumber ajaran Islam kedua. Informasi yang didaptkan dari hadis bisa dijadikan pegangan dalam kehidupan beragama[1]. Informasi yang terdapat dalam hadis tidak semuanya dapat ditemukan dalam al Qur’an seperti informasi tentang tema yang akan dikaji dalam makalah ini, yaitu konsep al Mahdi. Konsep tersebut hanya dapat ditemukan dalam hadis.
Makalah singkat ini akan membahas tentang hal-hal yang terkait dengan kemunculan Imam al Mahdi. Agar pembahasan lebih terarah, maka pembahasan akan dibatasi dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut sebagai rumusan masalah: pertama, Bagamana pendapat Syi’ah tentang kemunculan Imam Mahdi? Kedua, Bagaiamana Hadis Nabi berbicara tentang Imam Mahdi, benarkah dia akan keluar di akhir zaman, Bagaimana ciri-cirinya, misi apa yang diembannya, apakah al mahdi sebuah nama atau gelar?.
Setelah makalah ini dipresentasikan di hadapan peserta seminar kelas hadis, pasca sarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya, ada beberapa pertanyaan  yang jawabannya tidak dapat ditemukan dalam makalah ini. Karenanya, untuk menyempurnakan kekurangan tersebut, penulis akan menapilkan pertanyaan sekaligus jawabannya dalam bentuk lampiran.
Penempatan tambahan yang berupa pertanyaan dan sekaligus jawaban dalam bentuk lampiran dimaksudkan agar tidak merubah sistematika pembahasan yang sudah ada. Karena menurut hemat penulis, pertanyaan yang dilontarkan tersebut merupakan tambahan dan bukan poin pembahasan dalam makalah ini.   
Pembahasan
A.    Mengenal Konsep Imam Mahdi
1.      Jati diri Mahdi Manurut Syi’ah
Secara etimologi, kata al Syi’ah dalam bahasa Arab berarti pengikut atau pendukung. Sementara dalam kajian sekte-sekte dalam Islam, secara terminologi berarti orang - orang yang mendukung Sayyidina Ali secara khusus, dan berpendapat bahwa hanya Sayyidina Ali dan keturunannya yang berhak menjadi khalifah dengan ketetapan nash dan wasiat dari Rasulullah[2].
Syi’ah memiliki enam akidah pokok yang diantaranya adalah konsep al Mahdiyah[3]. Konsep tersebut merupakan modal penting dalam sekte ini. Karena jika konsep ini runtuh, maka Syi’ah ithna asyariyah, yang masih eksis sampai sekarang dan berkeyakinan pada dua belas imam, akan runtuh karena imam yang ke dua belas tidak ada.
Syi’ah berkeyakinan bahwa Imam Mahdi adalah keturunan Nabi dan penah hadir di dunia, namun entah mengapa dia kemudian bersembunyi. Tentang siapa sebenarnya Imam Mahdi tersebut, dalam Syiah sendiri tidak terjadi kata sepakat, padahal Mahdiyah merupakan salah satu keyakinan dalam Syi’ah. Kelompok sabaiyah berpendapat bahwa Imam Mahdi adalah Sayyidina Ali itu sendiri. Mereka berkeyakinan bahwa Ali tidak akan mati sebelum berhasil menebarkan keadilan. Hal tersebut dapat dipahami dari ucapan Abdullah Ibn Saba’ ketika mendengar informasi tentang kematian Ali:
كذبت، لو جئنا بدماغه في سبعين صرة، و أقمت على قتله سبعين عدلا لعلمنا أنه لم يمت ولم يقتل، ولا يموت حتى يملك الأرض[4]
Berbeda dengan Syi’ah Saba’iyah adalah Syi’ah Kurabiyah. Kelompok ini berpendapat bahwa yang dimaksud dengan Imam Mahdi tersebut adalah putra Ali yang bernama Muhammad Ibn al H}anafiyah. Mereka berkeyakinan bahwa Muhammad Ibn al H}anafiyah tersebut sekarang masih berada di gunung Radhwah yang terletak di antara Makkah dan Madinah[5].
Sekte Syi’ah lain berpendapat bahwa Imam Mahdi adalah Ja’far al Shadiq, Imam ke enam Syi’ah. Menurut golongan ini, Ja’far al Shadiq belum mati dan tidak akan mati. Ada lagi yang mengatakan bahwa al Mahdi adalah putra ja’far yang bernama Isma’il. Sedangkan Syi’ah Ithna Asyariyah berpendapat bahwa al Mahdi adalah Muhammad Ibn Hasan al Askari[6].
Perbedaan pendapat tentang sosok al Mahdi yang terjadi di dalam kubu Syi’ah tersebut, menurut penulis karena didasari oleh fanatisme pada figur pimpinan mereka sehingga tiap-tiap kelompok menganggap bahwa pimpinan merekalah yang akan menjadi al Mahdi.

2.      Misi al Mahdi
Menurut Syi’ah, Ada tida misi besar yang akan dibawa al Mahdi :
Pertama, al Mahdi akan datang dengan membawa syari’at dan al Qur’an baru yang berbeda dengan syari’at Nabi Muhammad. secara spesifik, al Kulayaini mengatakan bahwa al Mahdi  akan menerapkan syari’at Nabi Daud dan Nabi Sulaiman. Dia tidak akan mengambil jizyah (pajak) sebagaimana yang dilakukan Rasulullah[7].
Kedua, al Mahdi versi Syi’ah ini akan datang untuk merobohkan Masjid al haram lalu membongkar kuburan Abu Bakar dan Umar Ibn al Khattab. Al Tusi menyatakan bahwa masjid haramain akan dirobohkan oleh al Mahdi dengan tujuan mengembalikan kedua masjid tersebut pada bentuk aslinya, yaitu model bangunan yang ada ketika zaman Rasul. Berikut penjelasan dari al Nu’mani dan al Majlisi
أن القائم يهدم المسجد الحرام حتى يرده الى أساسه، ومسجد الرسول الى أساسه ، ويرد البيت الى موضعه وإقامته على أساسه
Sesungguhnya al Mahdi akan merobohkan Masjid al h}aram dan Masjid al Nabawi, lalu mengembalikannya pada fondasi semula. Dia juga akan membongkar baitullah dan mengembalikannya pada fondasi semula, serta meletakkannya pada posisi asalnya.
كذلك يتجه الى قبر رسول الله وصاحبيه ويبدأ- كما تقول أحبارهم- بكسر الحائط على القبر....ثم يخرجهما غضين رطبين فيلعنهما ويتبرأ منهما ويصلبهما ثم ينزلهما ويحرقهما ثم يذريهما في الريح.
Demikian pula, al Mahdi akan pergi ke makam Rasulullah dan makam dua sahabatnya (Abu Bakar dan Umar) mula-mula, dia akan menghancurkan tembok makam.... kemudian dia mengeluarkan dua sahabat rasul yang kelihatannya masih segar itu, lalu dia melaknati keduanya, berlepas diri dari keduanya, kemudian menyalibnya, lalu menurunkan dari tiang salib dan membakarnya kemudian menghambur-hamburkan abunya.
Ketiga, Imam Mahdi akan datang untuk membalas dendam kepada bangsa Arab dan al Nawasib (para anti-Syi’ah). Menurut kepercayaan Syi’ah, Abu Abdillah telah menginformasikan kepada mereka tentang hal tersebut sebagaimana penuturan al Nu’mani :
عن الحارث بن المغيرة وذريح المحاربي قالا: قال أبو عبد الله ، ما بقي بيننا وبين العرب إلا الذبح
Artinya: yang tersisa antara kita dan orang Arab hanyalah pembantaian.

Al Mahdi versi Syiah ini benar-benar kejam dan sama sekali tidak mencerminkan keluarga Rasul. Digambarkan bahwa kelak al Mahdi akan mengkisas siti Aisyah karena telah menyakiti siti Mariah al Qibtiyah dan membunuh keturunan orang yang membunuh sayyidina Husain. Tugas barbar tersebut dapat kita pahami dari keterangan al Majlisi dalam Bih}ar al Anwar :
اذا خرج القائم قتل ذراري قتلة الحسين بفعل أبائها
Apabila al Mahdi keluar, maka dia akan membunuh keturunan pembunuh H}usain sebab perbuatan bapak-bapaknya[8].

Dari ketiga misi yang dibawa oleh al Mahdi tersebut, tampaknya tak satupun yang menggambarkan perdamaian. Padahal, sejarah mencatat bahwa tak satupun manusia yang diutus oleh Allah ke muka bumi ini kecuali untuk menebar kebaikan dan menjadi khalifah.
Keterangan tersebut dengan sangat jelas, dapat dipahami dan diilustrasikan dalam bayangan kita bahwa al Mahdi versi Syi’ah tersebut seperti vampir yang haus darah dan akan merasa senang dan puas dengan membunuh orang walaupun mereka yang tidak berdosa. Dari gambaran tersebut, tampak bahwa al Mahdi versi Syi’ah bukanlah pengikut Rasulullah. Jika demikian keadaannya, maka bagaimana dengan orang yang meyakini dan menanti kehadiran al Mahdi tersebut?.

B.     Al Mahdi dalam pandangan Hadis[9]
1.      Takhrij Hdis
Takhrij Hadis dalam kajian hadis ini berarti menemukan lokasi hadis atau kitab hadis yang memuat hadis-hadis tentang kemunculan imam Mahdi[10]. Upaya untuk menemukan lokasi hadis terssebut dilakukan dengan menggunakan program Mausu>’ah al Hadith al Syarif. Setelah ditemukan, kemudian diadakan kroscek ulang pada kitab terkait yang sudah bentuk cetakan[11]. Berikut adalah data hadis dalam bentuk tabel.
No
Sumber Hadis
Bab
Jumlah Hadis
Periwayat di tingkat sahabat
1
Sunan al Turmudzi
Ma Ja>’a fi al Mahdi
3
ü  Abdullah Ibn Masud Ibn Ghafil Ibn Habib
2
Abu Daud
al Mahdi
9
ü  Jabir  Ibn Samuroh
ü  Abdullah Ibn Masud Ibn Ghafil Ibn Habib
ü  Ali Ibn Abi T}alib
ü  Ummu Salamah
ü  Abi  Sai>d al Khudri
3
Ibn Majah

al Fitan sub bab Khuru>j al Mahdi

7

ü  Abdullah
ü  Abi  Sai>d al Khudri
ü  Thauba>n
ü  Ali Ibn Abi T}alib
ü  Ummu Salamah
ü  Anas Ibn Malik
ü  Abdullah Ibn al H}>arith Ibn Jaza’ al Zubaidi}

4
Ahmad Ibn Hambal

bab Baqi Musna al Mukathirin
3 Hadis, no Hadis 10887/ 14193
/14595

ü  Jabir
ü  Jabir Ibn Abdillah
ü  Abi  Sai>d al Khudri

5
Sahih muslim
al fitan wa asyrat al sa’ah/al Imarah
5 Hadis, no 5131/3393/3394/3395/3396
ü  Ummu Salamah
ü  Jabir Ibn Samurah

Setelah menampilkan takhrij hadis dalam tabel tersebut, berikut akan ditampilkan lima teks hadis dari lima referensi tersebut sebagai sampel.
2.      Teks Hadis
a.       Hadis yang diriwayatkan oleh al Turmudzi
ü  Hadis berikut menjelaskan tentang nasab dan nama al Mahdi
حَدَّثَنَا عُبَيْدُ بْنُ أَسْبَاطِ بْنِ مُحَمَّدٍ الْقُرَشِيُّ الْكُوفِيُّ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي حَدَّثَنَا سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ عَنْ عَاصِمِ بْنِ بَهْدَلَةَ عَنْ زِرٍّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَذْهَبُ الدُّنْيَا حَتَّى يَمْلِكَ الْعَرَبَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي قَالَ أَبُو عِيسَى وَفِي الْبَاب عَنْ عَلِيٍّ وَأَبِي سَعِيدٍ وَأُمِّ سَلَمَةَ وَأَبِي هُرَيْرَةَ وَهَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ
b.      Hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud
ü  Hadis berikut menjelaskan tentang identitas, waktu kemunculannya, dan misi yang diembannya.
حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا الْفَضْلُ بْنُ دُكَيْنٍ حَدَّثَنَا فِطْرٌ عَنْ الْقَاسِمِ بْنِ أَبِي بَزَّةَ عَنْ أَبِي الطُّفَيْلِ عَنْ عَلِيٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَوْ لَمْ يَبْقَ مِنْ الدَّهْرِ إِلَّا يَوْمٌ لَبَعَثَ اللَّهُ رَجُلًا مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يَمْلَؤُهَا عَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا
ü  Hadis tentang ciri-ciri fisik Imam al Mahdi
حَدَّثَنَا سَهْلُ بْنُ تَمَّامِ بْنِ بَزِيعٍ حَدَّثَنَا عِمْرَانُ الْقَطَّانُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَهْدِيُّ مِنِّي أَجْلَى الْجَبْهَةِ أَقْنَى الْأَنْفِ يَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا يَمْلِكُ سَبْعَ سِنِينَ

Al Mahdi dari keturunanku, keningnya ideal, hidungnya mancung, ia akan mengisi dunia dengan keadilan sebagaimana telah dipenuhi dengan ketimpangan dan kedhaliman, ia akan memimpin dunia selama tujuh tahun.
ü  Hadis tentang akhlak imam al Mahdi
قَالَ أَبُو دَاوُد حُدِّثْتُ عَنْ هَارُونَ بْنِ الْمُغِيرَةِ قَالَ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ أَبِي قَيْسٍ عَنْ شُعَيْبِ بْنِ خَالِدٍ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ قَالَ قَالَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَنَظَرَ إِلَى ابْنِهِ الْحَسَنِ فَقَالَ إِنَّ ابْنِي هَذَا سَيِّدٌ كَمَا سَمَّاهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَسَيَخْرُجُ مِنْ صُلْبِهِ رَجُلٌ يُسَمَّى بِاسْمِ نَبِيِّكُمْ يُشْبِهُهُ فِي الْخُلُقِ وَلَا يُشْبِهُهُ فِي الْخَلْقِ ثُمَّ ذَكَرَ قِصَّةً يَمْلَأُ الْأَرْضَ عَدْلًا و قَالَ هَارُونُ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ أَبِي قَيْسٍ عَنْ مُطَرِّفِ بْنِ طَرِيفٍ عَنْ أَبِي الْحَسَنِ عَنْ هِلَالِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ سَمِعْتُ عَلِيًّا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ رَجُلٌ مِنْ وَرَاءِ النَّهْرِ يُقَالُ لَهُ الْحَارِثُ بْنُ حَرَّاثٍ عَلَى مُقَدِّمَتِهِ رَجُلٌ يُقَالُ لَهُ مَنْصُورٌ يُوَطِّئُ أَوْ يُمَكِّنُ لِآلِ مُحَمَّدٍ كَمَا مَكَّنَتْ قُرَيْشٌ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَجَبَ عَلَى كُلِّ مُؤْمِنٍ نَصْرُهُ أَوْ قَالَ إِجَابَتُهُ
c.       Hadis yang diriwayatkan oleh Ibn Majah
ü  Hadis barikut menceritakan tentang silsilah al mahdi
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ حَدَّثَنَا أَبُو الْمَلِيحِ الرَّقِّيُّ عَنْ زِيَادِ بْنِ بَيَانٍ عَنْ عَلِيِّ بْنِ نُفَيْلٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ قَالَ كُنَّا عِنْدَ أُمِّ سَلَمَةَ فَتَذَاكَرْنَا الْمَهْدِيَّ فَقَالَتْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الْمَهْدِيُّ مِنْ وَلَدِ فَاطِمَةَ
Al Mahdi bernasab pada Fatimah binti Muhammad

d.      Hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad Ibn Hambal
ü  Hadis berikut menceritakan tentang salat berjama’ah yang dilakukan oleh al Mahdi dan Nabi Isa al Masi>h}
حَدَّثَنَا مُوسَى حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي يُقَاتِلُونَ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ قَالَ فَيَنْزِلُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ عَلَيْهِ السَّلَام فَيَقُولُ أَمِيرُهُمْ تَعَالَ صَلِّ بِنَا فَيَقُولُ لَا إِنَّ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ أَمِيرٌ لِيُكْرِمَ اللَّهُ هَذِهِ الْأُمَّةَ
Akan terus muncul sekelompok umatku yang berperang untuk membela yang benar hingga hari kiamat tiba, kemudian datang Isa, berkatalah pimpinan kaum muslimin: kemarilah, jadilah engkau imam dalam salat kami!. Isa menjawab: “tidak, sesungguhnya kalian satu sama lain adalah pemimpin, karena Allah telah memulyakan Umat ini”
e.       Hadis yang diriwayatkan oleh Muslim
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ وَأَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَإِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ وَاللَّفْظُ لِقُتَيْبَةَ قَالَ إِسْحَقُ أَخْبَرَنَا و قَالَ الْآخَرَانِ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ رُفَيْعٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ ابْنِ الْقِبْطِيَّةِ قَالَ دَخَلَ الْحَارِثُ بْنُ أَبِي رَبِيعَةَ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ صَفْوَانَ وَأَنَا مَعَهُمَا عَلَى أُمِّ سَلَمَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ فَسَأَلَاهَا عَنْ الْجَيْشِ الَّذِي يُخْسَفُ بِهِ وَكَانَ ذَلِكَ فِي أَيَّامِ ابْنِ الزُّبَيْرِ فَقَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعُوذُ عَائِذٌ بِالْبَيْتِ فَيُبْعَثُ إِلَيْهِ بَعْثٌ فَإِذَا كَانُوا بِبَيْدَاءَ مِنْ الْأَرْضِ خُسِفَ بِهِمْ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَكَيْفَ بِمَنْ كَانَ كَارِهًا قَالَ يُخْسَفُ بِهِ مَعَهُمْ وَلَكِنَّهُ يُبْعَثُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى نِيَّتِهِ وَقَالَ أَبُو جَعْفَرٍ هِيَ بَيْدَاءُ الْمَدِينَةِ حَدَّثَنَاه أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ رُفَيْعٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَفِي حَدِيثِهِ قَالَ فَلَقِيتُ أَبَا جَعْفَرٍ فَقُلْتُ إِنَّهَا إِنَّمَا قَالَتْ بِبَيْدَاءَ مِنْ الْأَرْضِ فَقَالَ أَبُو جَعْفَرٍ كَلَّا وَاللَّهِ إِنَّهَا لَبَيْدَاءُ الْمَدِينَةِ
Ada seorang yang akan berlindung di Baitullah, lalu dikirimlah pasukan padanya (untuk membunuhnya), tapi ketika mereka tiba di Baida’, mereka ditelan oleh bumi. Aku bertanya,: bagaimana dengan orang yang terpaksa (mengikuti pasukan tersebut)?. Nabi menjawab : dia juga akan ditelan bumi bersama mereka, tapi nanti akan dibangkitkan kembali sesuai dengan niatnya.

Secara global, sifat dan hal-ihwal al Mahdi menurut informasi hadis-hadis tersebut dapat dinyatakan bahwa al Mahdi adalah seorang laki-laki saleh yang memiliki nama yang sama dengan Nabi Muhammad. Ia adalah keturunan Sayyidina Husain yang berbangsa Qurays. Ia akan muncul nanti menjelang hari kiamat.
Kelak, keberadaannya akan dideteksi oleh para musuh-musuhnya, lalu mengirimkan pasukan untuk membunuhnya, namun Allah akan memberikan pertolongan dengan menenggelamkan mereka ke dalam perut bumi. Al Mahdi adalah sosok pemimpin yang menerapkan hukum Islam dengan adil sehingga tercipta perdamaian dan ketentraman. Dia akan berjumpa dengan Nabi Isa al Masih} dan menjadi imam salat yang diikuti oleh kaum muslimin, termasuk Nabi Isa. Setelah bertemu dengan Nabi Isa, ia akan membantunya untu membunuh Dajjal. Ia akan memimpin Dunia selama tujuh sampai sembilan tahun, kemudian wafat dan disalati oleh kaum muslimin. 

Penutup
Syi’ah dan sunni sama-sama memilki keyakinan tentang munculnya al mahdi di akhir zaman. Hanya Pada poin tersebutlah kedua kelompok ini sepakat. Namun, tentang siapa al Mahdi dan apa misi yang diembannya, kedua kelompok tersebut tidak menemui kata sepakat. Dalam bayanngan Syi’ah, al Mahdi yang akan muncul adalah orang akan membela mereka dan akan menumpas orang-orang di luar golongan mereka. Ia datang dengan membawa syari’at baru. Pemahaman yang dibangun oleh kaum syi’ah tentang al Mahdi tersebut hanya berdasarkan pada fanatisme golongan tanpa didukung dengan dalil yang sahih.
Sedangkan al Mahdi dalam versi Hadis Nabi berbeda jauh, sejauh langit dan bumi dengan al Mahdi yang dipahami dan diyakini oleh Syi’ah. Hadis yang menginformasikan tentang al Mahdi tersebut dapat ditemukan dalam lima kitab hadis dan diriwayatkan oleh delapan sahabat. Dalam Versi Hadis, Al Mahdi yang akan muncul adalah al mahdi yang tampan, berbudi pekerti yang luhur, bahkan dinyatakan bahwa budi pekertinya sama dengan budi pekerti Rasulullah. Ia dating ke dunia dengan misi menebarkan keadilan dengan syari’at dan aturan yang sudah diperkenalkan oleh Rasulullah.

Daftar Pustaka
Al Qur’an al Karim
Al Syahrastani, Al Milal wa al Nih}al (Libanon: Dar al Fikr, tth)
Hasan Ibn Musa al Nubakhti, Firaq al Syi’ah, (Kairo: Dar al Rusyd, 1992)
Nashir ibn Abdullah Ibn Ali al Qirafi, Ushul Madzhab al Syi’ah al Imamiyah al ithna asyariyah (Tt: Dar al Ridha, Tth)
M.Syuhudi Ismail, Metodologi Penelitian Hadis Nabi, (Jakarta: Bulan Bintang, 1992)
Abu Daud, Sunan Abi Daud, (Bairut: Dar al fikr, 1994)
Ah{mad Ibn Muh{ammad Ibn H{ambal, al Musnad, (Tt: Maktabah al Turath al Islami, Tth)
Muh}ammad Ibn Isa al Turmudhi, al Jami’ al S{ah}ih}, (Semarang: Toha Putra, Tth)
Muslim Ibn Hajjaj al Naisabury, al Jami’ al Sahi>h (Beirut: Dar al Fikr, Tth)
Ibn Majah, Sunan Ibn Majah (Semarang: Toha Putra, Tth)
www. Mizan.net






Lampiran
Pertama      : Apakah al Mahdi itu sudah dilahirkan?
Jawaban      : Belum. pertibangannya adalah Karena pertama, Tak satupun teks hadis dalam kitab hadis yang mu’tabarah menyatakan bahwa al mahdi itu sudah lahir, kedua, teks hadis yang menjelaskan tentang al mahdi menggambarkan bahwa ia akan keluar kelak, pada saat dunia sudah dipenuhi dengan berbagai bentuk ketidak adilan, ketamakan, kemungkaran, dan hal-hal buruk lainnya.
Kedua         : Apakah yang dimaksud dengan al Mahdi itu Nabi Isa, sebagaimana penjelasan dalam hadis لا مهدي إلا عسى ابن مريم ?
Jawaban      : hadis tersebut dapat ditemukan dalam kitab Sunan Ibn Ma>jah bab al Fitan. Menurut Ibn Taimiyah, hadis tersebut tidak dapat dikonfrontasikan dengan hadis yang menjelaskan tentang al Mahdi karena menurutnya, hadis tersebut Da’if, sedangan hadis da’if  tidak dapat digunakan selama masih ada hadis sahi>h[12].
Ketiga         : kenapa al Mahdi versi Syiah tersebut identik dengan sosok yang kejam, sadis dan menyeramkan? Padahal al mahdi adalah sosok yang seharusnya mulya dan dimulyakan oleh siapapun terutama oleh Syi’ah yang fanatik terhadapa Ali dan keturunannya.
Jawaban      : konsep al mahdi yang ada dalam Syi’ah adalah salah satu rukun Iman yang dipercai dan diyakini oleh orang Syi’ah. Ia memiliki posisi yang strategis dalam ajaran Syi’ah. Bahkan dapat dikatakan bahwa tanpa konsep ini, bangunan ajaran Syi’ah akan runtuh.
Konsep ini diajarkan agar penganut syi’ah berkeyakinan bahwa kelak mereka akan menjadi pemenang, sedangkan kelompok di luar mereka akan hancur dan dihancurkan oleh al Mahdi veri syi’ah ini.
Gambaran seram al Mahdi versi syi’ah ini tidak dapat dilepaskan dari perjalanan sejarah mereka. Dalam catatan sejarah, syi’ah ini adalah kelompok selalu minritas, dan jika terjadi konfrontasi dengan lawannya, mereka sering kalah dan akhirnya melarikan diri. Oleh karena mereka belum bisa membalas kekalahan mereka, akhirnya mereka berimajinasi bahwa kelak akan datang orang kuat yang akan membackup mereka dan mengantarkan mereka pada puncak kejayaan.


[1] Ada banyak ayat al Qur’an yang menjelaskan tentang otoritas Nabi Muhammad untuk membuat regulasi, misalnya, QS. Al Nisa’ 59/80/136, al Ma’idah 92, dan al Hasyr 7.
[2] Al Syahrastani, Al Milal wa al Nih}al (Libanon: Dar al Fikr, tth)146
[3] . Enam akidah pokok syi’ah adalah Imamah, Ishmat al Imam, Mahdiyah, Raj’ah, Bada’, dan Taqiyah.
[4] Hasan Ibn Musa al Nubakhti, Firaq al Syi’ah, (Kairo: Dar al Rusyd, 1992)23
[5] Nashir ibn Abdullah Ibn Ali al Qirafi, Ushul Madzhab al Syi’ah al Imamiyah al ithna asyariyah (Tt: Dar al Ridha, Tth) juz II, 1000
[6] Al Tasyayyu’, 212.
[7] . al Kulaini dalam al Kafi, juz 1, 397 dan al Majlisi, bihar al anwar, juz 52, 349 menyatakan dengan teks sebagai berikut :
قال أبو عبد الله : إذا قام قائم ال محمد حكم بحكم داود وسليمان ولا يسأل بينة
ولا يقبل صاحب هذا الأمر الجزية كما قبلها رسول الله صلى الله عليه وسلم.   
عن أبي بصيرة قال: قال أبو جعفر يقوم القائم بأمر جديد ، وكتاب جديد، وقضاء جديد.
[8] Al Majlisi, Bih}ar al Anwar, juz 52 313.
[9] Secara epistimologi, hadis versi Sunni berbeda dengan hadis versi Syi’ah. Sunni tidak mengakui hadis yang tidak bersanad, sedangkan Syi’ah sebaliknya. Kitab-kitab hadis yang dijadikan sumber oleh Sunni adalah 1, Sah}ih} al Bukhari 2, Sah}ih Muslim 3, Sunan Abi Daud 4, Sunan al Turmudzi 5, Sunan Ibn Majah 6, Sunan al Nasa’i. Adapun sumber hadis dalam Syi’ah adalah 1, al Kafi 2, al Istibsyar 3, Man la yahdhuruhu al Faqih 4, al Tahdzib.
[10] M.Syuhudi Ismail, Metodologi Penelitian Hadis Nabi, (Jakarta: Bulan Bintang, 1992),42.
[11] . langkah-langkah takhrij dengan menggunakan CD hadis, menurut penulis masih tetap dalam lingkup definisi Takhrij hadis. Karena Takhri>j adalah proses menemukan sumber rujukan hadis dalam kitab-kitab hadis yang disepakati para U{lama. Pelacakan suber hadis dengan menggunakan CD hadis hendaknya dijadikan langkah awal penelitian, dan setelah ditemukan, peneliti hendaknya mengkrosceknya pada kitab yang sudah dicetak agar hasil penelitian lebih Valid dan accestable.
[12]  Baca Asyra>t al Sa>ah karya Abdullah Ibn Sulaiman al Ghofili, 82.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.